Kamis, 16 Mei 2013

TES KREAPLIN


BAB I
BIMBINGAN KARIR

Pengertian
Blum and Balinsky
Vocational Guidance adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu untuk memilih suatu jabatan (Pekerjaan), mempersiapkan, memangku, dan mempersiapkan diri dalam pekerjaan tersebut. (DR. Dino Rozano)

Super
Vocational Counseling adalah suatu proses memberi bantuan kepada individu untuk mendapatkan, menerima, mengerti, dan menggunakan fakta-fakta yang relefan tenang dirinya terhadap fakta-fakta yang bersangkutan dengan dunia kerja. (DR. Dino Rozano)

Menurut Mohamad Surya (1988:31)
Bimbingan karir merupakan salah satu jenis bimbingan yang berusaha membantu individu dalam memecahkan masalah karir, untuk memperoleh penyesuaian diri yang sebaik-baiknya antara kemampuan dengan lingkungan hidupnya, memperoleh keberhasilan dan perwujudan diri dalam perjalanan hidupnya.

Menurut Winkel (2005:114)
Bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dalam memilih lapangan kerja atau jabatan /profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapanan pekerjaan yang dimasuki. Bimbingan karir juga dapat dipakai sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus dilihat sebagai bagaian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi.
Menurut Herr
Bimbingan karir adalah  suatu perangkat, lebih tepatnya suatu program yang sistematik, proses, teknik, atau layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang, serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya. (Marsudi. 2003:113)

 Menurut National Vocational Guidance Association (NVGA) pada tahun 1973
Bimbingan karier diartikan sebagai proses membantu dalam memilih pekerjaan, mempersiapkan, memasuki dan memperoleh kemajuan di dalamnya (Herr and Cramer, 1979: 6).

Menurut  Rochman Natawidjaja (1990: 1)
Bimbingan karir adalah suatu proses membantu seseorang untuk mengerti dan menerima gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia kerja di luar dirinya, mempertemukan gambaran diri tersebut dengan dunia kerja itu untuk pada akhirnya dapat memilih bidang pekejaan, memasukinya dan membina karir dalam bidang tersebut.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karier merupakan suatu proses bantuan, layanan, pendekatan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerja, merencanakan masa depan yang sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya itu sehingga mampu mewujudkan dirinya secara bermakna.

BAB II
TES KRAEPELIN

A.     Sejarah
Tes kraepelin diciptakan oleh seorang psikiater jerman bernama Emilie kraepelin pada tahun 1856 – 1926. Alat tes ini terlahir karena adanya dasar pemikiran dari faktor-faktor yang khas pada sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku. Pada mulanya merupakan tes kepribadian. Namun dalam pekembangannya telah berubah menjadi tes bakat, dengan cara merubah tekanan skoring dan interpretasi. Satu hal yang perlu anda ketahui bahwa alat tes ini akan mengungkap beberapa faktor bakat diantaranya: kecepatan, ketelitian, keajegan, dan ketahanan kerja di dalam tekanan.
Emil Kraepelin dilahirkan pada tanggal 15 Pebruari 1856 di Neustrelitz dan wafat pada tanggal 7 Oktober 1926 di Munich. Ia menajdi dokter di Wurzburg tahun 1878, lalu menjadi dokter di rumah sakit jiwa Munich. Pada tahun 1882 ia pindah ke Leipzig untuk bekerja dengan Wundt yang pernah menjadi kawannya semasa mahasiswa. Dari tahun 1903 sampai meninggalnya, ia menjadi profesor psikiatri di klinik psikiatri di Munich dan sekaligus menjadi direktur klinik tersebut. Emil Kraepelin adalah psikiatris yang mempelajari gambaran dan klasifikasi penyakit-penyakit kejiwaan, yang akhirnya menjadi dasar penggolongan penyakit-penyakit kejiwaan yang disebut sebagai Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA). Emil Kraepelin percaya bahwa jika klasifikasi gejala-gejala penyakit kejiwaan dapat diidentifikasi maka asal usul dan penyebab penyakit kejiwaan tersebut akan lebih mudah diteliti.

Kraepelin menjadi terkenal terutama karena penggolongannya mengenai penyakit kejiwaan yang disebut psikosis. Ia membagi psikosis dalam dua golongan utama yaitu dimentia praecox dan psikosis manic-depresif. Dimentia praecox merupakan gejala awal dari penyakit kejiwaan yang disebut schizophrenia. Kraepelin juga dikenal sebagai tokoh yang pertama kali menggunakan metode psikologi pada pemeriksaan psikiatri, antara lain menggunakan test psikologi untuk mengetahui adanya kelainan-kelainan kejiwaan. Salah satu test yang diciptakannya di kenal dengan nama test Kraepelin. Test tersebut banyak digunakan oleh para sarjana psikologi di Indonesia pada era tahun 1980an.

B.     Pengaertian
Tes kreapling adalah bentuk tes berisi berbagai tahap penyelesaian kombinasi bilangan yang intinya akan menilai aspek kepribadian seseorang, kompetensi, daya tahan dan lainnya, yang nantinya dalam bentuk grafik maupun sekoring tes akan disesuaikan kebutuhan pengada tes/rekruiter.
Tes ini sebenarnya mengatur tingkat kreatifitas individu dalam mengembangan bakat dan keterampilan dasar yang sudah didapat diskolah ataupn di perkuliyahan.
Tes kreapling ini identik dan banyak yang menyebutnya sebagai tes koran, dan memang begitu, karena angkanya yang akan dikerjakan sangat banyak dan dalam lembaran yang besar, sehingga menyerupai koran, jika anda mengahadapi tyes koran sebenarnya anda akan menghadapi krepling intinya satu layer.
Tes ini biasa disajikan dalam bentuk tabel berjejer dengan perbedaan pola penghitungan dan angka setiap kolom baris,.

C.     Tujuan
Alat tes ini terlahir karena adanya dasar pemikiran dari faktor-faktor yang khas pada sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku. Pada mulanya merupakan tes kepribadian. Namun dalam pekembangannya telah berubah menjadi tes bakat, dengan cara merubah tekananskoring dan interpretasi. Satu hal yang perlu anda ketahui bahwa alattes ini akan mengungkap beberapa faktor bakat diantaranya: kecepatan, ketelitian, keajegan, dan ketahanan kerja di dalam tekanan.
Kraepelin menjadi terkenal terutama karena penggolongannya mengenai penyakit kejiwaan yang disebut psikosis. Ia membagi psikosis dalam dua golongan utama yaitu dimentia praecox dan psikosis manic-depresif. Dimentia praecox merupakan gejala awal dari penyakit kejiwaan yang disebut schizophrenia.
Kraepelin juga dikenal sebagai tokoh yang pertama kali menggunakan metode psikologi pada pemeriksaan psikiatri, antara lain menggunakan test psikologi untuk mengetahui adanya kelainan-kelainan kejiwaan. Salah satu test yang diciptakannya di kenal dengan nama test Kraepelin. Test tersebut banyak digunakan oleh para sarjana psikologi di Indonesia pada era tahun 1980an.
Menurut Dr. J. de Zeeuw, tes Kraepelin digolongkan sebagai tes yang mengukur faktor – faktor khusus non intelektual (tes konsenterasi). Sedangkan menurut Anne Anestesi, tes Kraepelin merupakan tes kecepatan. Ini ditunjukan dengan banyaknya soal yang dibatasi waktu dimana testi dipastikan tidak dapat menyelesaikan seluruh soal. Jadi pada tes Kraepelin memang testi tidak diharapkan untuk menyelesaikan seluruhnya setiap lajur. Yang dilihat disini adalah kecepatan kerja testi.
Selain kecepatan kerja, faktor – faktor lain yang diungkapkan adalah ketelitian, konsenterasi dan stabilitas kerja. Aspek – aspek yang berpengaruh bermacam – macam, misalnya persepsi visual, konseptual, koordinasi senso-motorik, pushing power, ketahanan, learning effect.
a.    Tujuan Pengetesan
Tujuan utama dari tes keaplin adalah untuk mengatur karakter seseorang pada beberapa aspek tertentu, sesuai visi atau tujuan institusi recruitar maupun sesuai standar yang ditenntukan yangg telah diinterpretasikan dan dibaca tester hanya berdasar instrumeen testool ini melali scor dan grafik
Tes kraepelin dimaksudkan untuk mengukur maximum performance seseorang. Oleh karenanya tekanan skoring dan interpretasi lebih didasarkan pada hasil test secara obyektif bukan pada arti proyektifnya.
Tes kraepelin merupakan tes yang digunakan untuk mengetahui bakat (kemampuan) seseorang dalam bekerja. Faktor-faktor yang dapat diungkap melalui tes ini adalah:




Ø  Kecepatan Kerja (Pan-ker)
Ditunjukkan pada berapa prestasi yang dicapai dalam mengerjakan tes.
Ø  Ketelitian Kerja (Tian-ker)
Ditunjukkan pada berapa kesalahan (salah maupun terloncat) yang diperbuat dalam pengerjaan tes.
Ø  Kestabilan atau keajegan Kerja (Jan-ker)
Ditunjukkan pada irama kerja seseorang dalam mengerjakan tes.
Ø  Ketahanan Kerja (Han-ker)
Ditunjukkan oleh garis ausdaner dalam mengerjakan tes.

b.      Alat yang Dibutuhkan (Administrasi) dalam Test Kraeplin
Dalam mengerjakan test kraeplin ada beberapa alat yang dibutuhkan antara lain:
  1. Lembar test kraeplin
  2. Stopwatch
  3. Pensil
  4. Meja yang cukup luas
  5. Papan tulis, kapur atau flip chart untuk dipergunakan tester saat menjelaskan kepada testi.

c.       Prosedur Pelaksanaan Test
  1. bagikan lembar tes pada testi
  2. testi diminta mengisi identitas pada tempat yang sudah ditentukan dalam lebar tes, dan tidak membuka lembaran tes sebelum diinstruksikan.
  3. Berikan contoh mengisi/menjawab lembar tes di papan tulis.
  4. Instruksi : “dalam tes ini anda akan menghadapi kolom – kolom yang terdiri dari angka. Tugas anda adalah “ :
·      Jumlahkan tiap – tiap angka dengan angka diatasnya, kerjakan dari atas kebawah.
·      Dari angka hasil penjumlahan tersebut, anda cukup menuliskan angka satuannya saja, misalnya hasil penjumlahan itu adalah 14 , maka anda hanya menulis angka 4 disamping kanan – antara kedua angka tersebut.
·      Bila anda membuat kesalahan dalam menjumlahkan, misalnya anda menjawab 8 padahal jawabannya adalah 3, mak anda tidak perlu menghapusnya. Anda cukup mencoret dengan satu garis angka yang salah tersebut dan menggantinya dengan angka yang benar.
·      Setiap mendengar ketukan (dicontohkan) , maka anda harus pindah ke lajur selanjutnya disebelah kanan. Dan mulailah kembali mengerjakan dari bawah keatas di lajur yang baru tersebut.
·      Anda hendaknya bekerja secepat dan seteliti mungkin.
·      Sebagai latihan marilah kita mengerjakan contoh yang terdiri dari 2 lajur angka yang terdapat pada lembaran tes. Kita mulai dari lajur kiri, mulai dari bawah dijumlahkan dengan angka diatasnya. “ya mulai”… setelah 15 detik beri ketukan, “stop, pindah kekolom selanjutnya”. Setelah 15 detik beri ketukan dan ucapkan “ya berhenti”. Setelah mengerjakan contoh pastikan semua testi mengerjakan dengan benar. “sekarang semuanya sudah paham?” , “sekarang letakkan dulu alat tulis anda”.
·      Anda buka kertas yang ada dihadapan anda, bila saya beri tanda mulai maka anda mulai mengerjakan dari kolom paling kiri dari bawah keatas. Bila saya ketuk maka anda harus pindah kekolom selanjutnya.”siap?”,”mulai!!”
·      Tes kraepelin merupakan tes yang sering digunakan dalam rekruitmen karyawan. Bagi anda yang sudah mengikuti tes kerja, tentunya anda pernah melakukannya. Dimana anda disuguhi lembar kertas yang penuh berisi angka – angka dan anda diminta menjumlahkan angka diatas dan dibawahnya yang berdekatan dalam satu kolom dan menulis hasilnya diantara angka tersebut, kemudian sesuai dengan waktu yang telah ditentukan tester akan meminta anda melanjutkan kekolom selanjutnya sampai waktu testberakhir.


d.   Fungsi Dan Implementasi Tes Kraeplin
Tes kraepelin dapat digunakan untuk menentukan tipe performance seseorang, misalnya :
·         Hasil penjumlahan angka yang sangat rendah, dapat mengindikasikan gejala depresi mental
·         Terlalu banyak salah hitung, dapat mengindikasikan adanya distraksi mental
·         Penurunan grafik secara tajam, dapat mengindikasikan epilepsi atau hilang ingatan sesaat waktu tes.
·         Rentang ritme/grafik yang terlalu besar (antara puncak tertinggi & terendah) dapat mengindikasikan adanya gangguan emosional.
Individu dikatakan memiliki perfoma kerja yang baik jika dalam rentang waktu yang lama, dalam situasi menekan ( stressfull) mampu menunjukan kerja yang cepat, teliti dan stabil.

e.    Skoring
Langkah pertama adalah memeriksa seluruh hasil penjumlahan yang telah dikerjakan testee. Caranya adalah:
·         Dihitung jumlah deret tertinggi dari penjumlahan setiap deret yang berurutan pada setiap lajur. Tuliskan jumlahnya di bagian bawah tiap lajur dan jumlahkan semua lajur tertinggi.
·         Memberikan tanda pada setiap hasil penjumlahan yang salah, kemudian hitung jumlah kesalahan dan.
·         Jumlah lajur tertinggi dikurangi jumlah lajur terendah.





D.     Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
a.    Fakto-fakto yang mempengaruhi saat anda mengerjakan tes kreaplin
·           Kondisi psikis yang tidak stabil, persiapkan diri anda sampai anda merasa tenang, anda tidak perlu khawatir meskipun belum pernah mengikuti seleksi apapun, buatlah suasana nyaman dalam diri anda.
·           Kondisi fisik yang kurang fit, istirahatlah yang cukup
·           Positif thinking
·           Berusaha learning by doing


b.    Faktor utama yang mempebgaruhi kegagalan dalam tes ini:
·           Kurang confident, kurang percaya diri. Percaya dengan diri sendiri, meskipun anda belum pernah mengikuti tes ini sekalipun. Mengalir saja, tanpa khawatir berlebihan. Percaya dengan  potensi anda, meskipun anda pernah mengikuti tes ini dan anda gagal belum tembus juga. Itu bukan berarti anda kurang memiliki kompetensi/kompetitif. Tapi kerena jawaban anda mungkin sudah benar menurut akademik, tapi ada jawaban yang belum pas dan relevan dengan kebutuhan recruter, itu saja
·           Belum pernah mengikuti tes ini. Ada realita unik dalam hal ini, ada yang ber IQ tinggi karena kurang familiar dengan bentuk soal tes ini yang kadang tampak aneh dan embigu, maka otak butuh waktu merespon dan menerjemahkan jawaban dalam tempo cepat dan dalam waktu yang dibatasi
·           Terburu-buru mengerjakan. Jangan terburu-buru mengerjakan meskipun anda memiliki asumsi jawaban yang paling benar, karena ini tes kerja bukan tes smesteran, apa yang anda jawab paling benar, belum tentu pas dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan institusi recruter, perhatikan dengan cermat arahan tester dan kerjakan dengan penuh ketelitian jangan terburu-buru dan terlalu cepat



·           Kondisi yang kurang nyaman. Jangan anda meremehkan kondisi ini, jika saat tes. Misal komdisi duduk yang kurang nyaman. Mudah berkeringat, alat tulis yang kurang lengkap, mengapa kondisi sekecil ini bisa berpengaruh besar? Karanakondisi ini mempengaruhi fokus dan konsentrasi anda

E.     Arah Karier
1.    Kecepatan
Pekerjaan yang sesuai dengan orang yang memiliki nilai kecepatan yang tinggi lebih cocok bekerja di Pemadam Kebakaran, Penjaga Pantai, Pelayan, Pengrajin dll.
Menentukan kecepatan kerja seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Rumus :
Jumlah tertinggi dari keseluruhan tes kreaplin dengan dibagi jumlah deret mendatar (50).
∑ : 50 = . . .
Keterangan :
≤ 8           = 10 » Lamban / Lelet
9 – 10       = 25 » Lamban / Lelet
11 – 12     = 50 » Biasa / Sedang
13 – 14     = 75 » Biasa / Sedang
15             = 90 » Sangat Cepat
16             = 95 » Sangat Cepat
17 ≥         = 99 » Sangat Cepat
 


2.    Ketelitian
Pekerjaan yang sesuai dengan orang yang memiliki ketelitian bisanya lebih cocok bekerja di Perbankan, Arsitek, Akutan, Managemen, Penerjemah, Kasir, Ilmuan, Penata Rambut, Tukang Arloji, Apoteker, Astronot, Hakim, Seniman, Desainer, Koki dll.
Menentukan ketelitian kerja seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Rumus :
Jumlah keseluruahan dari kesalahan dalam mengerjakan tes kreaplin.

∑ (Salah) = . . .
Keterangan :
0               = 99 » Sangat Teliti
1 – 2         = 95 » Sangat Teliti
3 – 5         = 90 » Sangat Teliti
6 – 11       = 75 » Biasa / Sedang
12 – 22     = 50 » Biasa / Sedang
23 – 30     = 25 » Sangat Tidak Teliti / Ceroboh
31 ≥         = 99 » Sangat Tidak Teliti / Ceroboh







3.    Ketahanan
Sebenarnya ketahanan dan kesetabilan itu sama karena dalam rumus pun sama antara kesetabilan dan ketahan itu sendiri, jadi orang yang memiliki ketahanan yang tinggi cocok bekerja di TNI, Polisi, pelayaran, Pengawal, Penjaga anak dan bayi, Perawat, Olahragawan, Peternak, Petani, Sipir dll.

Menentukan ketahanan kerja seseorang selama menyelesaikan pekerjaannya.
Rumus :
Jumlah deret tertinggi dikurangi deret terendah dalam mengerjakan tes kreaplin.

∑(deret tertinggi) - ∑(deret terendah)
Keterangan :
3 ≥           = 99 »Sangat Tahan
4 – 5         = 95 » Sangat Tahan
7 – 8         = 90 » Sangat Tahan
9 – 10       = 75 » Basa / Sedang
11 – 12     = 50 » Basa / Sedang
13 – 14     = 25 » Sangat Tidak Tahan
15 ≤         = 10 » Sangat Tidak Tahan






4.    Kesetabilan
Pekerjaan yang cocok/sesuai dengan orang yang memiliki ketelitian biasanya lebih cocok bekerja di Psikologi, Psikiater, Konsultan dll. 
Menentukan ketahanan kerja seseorang selama menyelesaikan pekerjaannya.
Rumus :
Jumlah deret tertinggi dikurangi deret terendah dalam mengerjakan tes kreaplin.

∑(deret tertinggi) - ∑(deret terendah)
Keterangan :
3 ≥           = 99 » Sangat Setabil
4 – 5         = 95 » Sangat Setabil
7 – 8         = 90 » Sangat Setabil
9 – 10       = 75 » Basa / Sedang
11 – 12     = 50 » Basa / Sedang
13 – 14     = 25 » Sangat Tidak Setabil
15 ≤         = 10 » Sangat Tidak Setabil






BAB III
HASIL PRAKTEK
Nama : Winda Puji Asih                              NPM : 1111500165
Hasil :
Kecepatan    »  929 : 50 = 18.58 → 99  {Sangat Cepat}
Ketelitian      » 2 → 95 {Sangat Teliti}
Ketahanan    » 28 – 14 = 12 → 25 {Sangat Tidak Tahan}
Kesetabilan   » 28 – 14 = 12 → 25 {Sangat Tidak Tahan}
Saran Pekerjan : Lebih direkomendasikan untuk kerja di bidang yang membutuhkan konsentrasi tinggi yang berketelitian tinggi tanpa kesetabilan dan ketahanan yang tinggi misal :
Perbankan, Akutan, Managemen, Penerjemah, Pelayan Toko, Kasir, Ilmuan, Penata Rambut, Wartawan Penulis Berita, Tukang Arloji, Apoteker, Penjahit



Nama : Sahrul Fauzi                                     Siswa SMA Kelas XI
Hasil :
Kecepatan    »  697 : 50 = 13,94 → 75  {Biasa / Sedang}
Ketelitian      » 5 → 90 {Sangat Teliti}
Ketahanan    » 17 – 11 = 6 → 95 {Sangat Tahan}
Kesetabilan   » 17 – 11 = 6 → 95 {Sangat Setabil}

Saran Pekerjaan : Lebih direkomendasikan untuk kerja di bidang yang membutuhkan konsentrasi tinggi yang berketelitian tinggi dengan kecepatan yang biasa saja misal :
Dokter, Ilmuan, Apoteker, Arsitek, Ahli Mesin, Guru, Dosen, Tukang Las, Tukang listrik, Designer.
                    
Nama : Katria Eka Gumilar                        Siswa SMA Kelas XI
Hasil :
Kecepatan    »  758 : 50 = 15,16 → 90  {Sangat Cepat}
Ketelitian      » 15 → 50 {Biasa / Sedang}
Ketahanan    » 19 – 10 = 9 → 75 {Sedang / Biasa}
Kesetabilan   » 19 – 10 = 9 → 75 {Sedang / Biasa}
Saran Pekerjaan : Lebih direkomendasikan untuk kerja di bidang yang membutuhkan kecepatan tinggi misal :
Petugas Pemadam Kebakaran, Penjaga Pantai, Tukang Ketik, Wartawan Penulis Berita, Selesman, Tukang Jahit, Pelayan, Penerima Tamu, Pengrajin.












Daftar Pustaka

Rizano, Dino Bimbingan Karir Di Sekolah. Buku Ajar S1 Jurusanilmu Pendidian Program Studi Bimbingan Konseling, Fakltas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pancasakti Tegal.
Guidance and Counseling (2012), Pengertian BK Karier, http://guidancea.blogspot.com/2012/04/pengertin-bk-karir.html.
101 Occupation (101 Pekerjaan) (2012). http://laskarpelangianakbangsa.blogspot.com/2012/04/101-occupation-101-pekerjaan.html.